Sejarah

SEJARAH SINGKAT

  • 1973-1975

  • Prodia didirikan sebagai laboratorium sederhana pada tanggal 7 Mei 1973 di Solo
  • Pada tahun 1975, Prodia mengembangkan layanan di kota Jakarta dan Bandung
  • 1976-1980

  • Pada 1980, layanan Prodia bisa dinikmati di 7 cabang.
  • 1981-1985

  • Prodia melengkapi struktur organisasinya dengan : Bagian Penelitian dan Pengembangan Technical/Quality Control Department, serta Bagian Pendidikan dan Latihan bagi karyawan.

    Pada tahun 1985, layanan Prodia bisa dinikmati di 10 kota
  • 1986-1990

  • Untuk mewujudkan visi sebagai Centre of Excellence, Prodia merintis dan melakukan kerjasama internasional dengan National University Hospital (NUH) - Singapura dan Specialty Lab(Sekarang Quest Lab) - USA
  • 1991-1995

  • Layanan Prodia berhasil menjangkau Indonesia melalui 24 cabang.
  • 1996-2000

  • Pada tahun 1996, layanan Prodia bisa dinikmati di 38 cabang.
  • Pada tahun 1997, Prodia membangun dan mengimplementasikan Sistem Informasi Laboratorium berbasis Infomation Technology (IT) bernama PRILI.
  • Pada tahun 1999, Prodia cabang Jakarta mendapat sertifikasi ISO 9002 dan menjadi laboratorium klinik pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi internasional.
  • 2001-2005

  • Jumlah cabang Prodia bertambah dari 49 menjadi 94 cabang yang tersebar di Indonesia.
  • Laboratory Technologists di Prodia adalah yang pertama memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi(BNSP), sementara itu Prodia dikenal sebagai laboratorium dengan komitmen tertinggi dalam sertifikasi laboratory technologist-nya
  • Prodia memberikan beasiswa kepada karyawannya untuk mengikuti program S2 dan S3 biomedik demi meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya.
  • Pada tahun 2005, Sistem Manajemen Informasi Laboratorium Prodia bermigrasi dari PRILI ke SISPRO
  • 2008

  • Prodia Jakarta kembali menjadi laboratorium klinik pertama di Indonesia yang berhasil memperoleh akreditasi SNI ISO 15189, yaitu akreditasi internasional khusus untuk laboratorium medis.
  • Untuk meningkatkan mutu dan layanan pemeriksaan kesehatan yang spesifik yang terkait laboratorium klinik, didirikan sister company yakni Prodia the CRO (Contract Research Organization) untuk layanan uji klinik obat, dan Prodia Occupational Health Institute untuk layanan pemeriksaan kesehatan berbasis kesehatan kerja.
  • 2009

  • Prodia Tower, sebagai salah satu bagian untuk mewujudkan visi Prodia sebagai Centre of Excellence, diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI.
  • Pada tahun ke-3 mengikuti program External Quality Assurance (EQAS) yang diselenggarakan oleh Bio-Rad (USA), Prodia cabang Solo berhasil masuk peringkat 26 dari 2.320 laboratorium peserta (dari 95 negara). Peringkat ini terus meningkat, yakni menjadi peringkat 18 dari 2.532 laboratorium peserta pada 2010.
  • Meraih Top Brand Award dengan peringkat tertinggi untuk pertama kalinya.
  • 2010

  • Prodia menerima Service Excellence Award.
  • 2011 - sekarang

  • Memahami kebutuhan khusus akan layanan laboratorium untuk pasien anak, maka didirikanlah Prodia Childlab di Jakarta.
  • Untuk mendukung kelancaran dan ketersediaan reagensia (bahan baku untuk pemeriksaan), Prodia mendirikan pabrik reagensia melalui sister company-nya Proline (Prodia Diagnostic Line). Proline menjadi pabrik reagensia dengan lisensi dari Diasys - Jerman.
  • Kerjasama dan harmonisasi laboratorium sentral antara Prodia dan Quintiles (sebuah Contract Research Organization terbesar di dunia) menjadikan Prodia dapat menangani uji klinis multicenter yang dilakukan di berbagai negara oleh biofarmasi global.
  • Pada September 2011, Prodia menjadi laboratorium pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi NGSP untuk pemeriksaan HbA1c.
  • Pada awal 2012, Prodia telah memiliki 110 cabang yang tersebar di 78 kota 29 propinsi.