TIPS KESEHATAN

Rabu, 02 Mei 2018

Deteksi Dini, Hindari Komplikasi

Ketika sudah terdiagnosis diabetes melitus namun tidak menindaklanjutinya dengan pemeriksaan berkala, maka sama halnya dengan membiarkan penyakit tersebut berkembang menjadi komplikasi yang lebih buruk.

Diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup. Jika didiagnosis sejak awal sebenarnya dapat dikendalikan sehingga tidak sampai menganggu kualitas hidup penyandang diabetes melitus (diabetisi). Ironisnya, hanya sekitar 50% dari diabetisi yang terdiagnosis dan menyadari bahwa mereka menyandang diabetes melitus.

Lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi dini risiko diabetes melitus, jika :

  1. Mengalami keluhan klasik diabetes, yakni sering kencing (poliuria), sering haus (polidipsia) dan sering lapar (polifagia).
  2. Memiliki satu atau lebih dari faktor risiko diabetes melitus, yakni :
    - Riwayat diabetes melitus dalam keluarga
    - Usia di atas 45 tahun
    - Kelebihan berat badan/overweight (indeks massa tubuh = 23 kg/mm2)
    - Hipertensi (= 140/90 mmHg)
    - Dislipidemia (HDL < 35 mg/dL dan atau trigliserida > 250 mg/dL)
    - Gaya hidup sedenter, seperti kurangnya aktivitas fisik dan diet tidak sehat (tinggi gula, rendah serat)
    - Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan bayi lebih dari 4 kg atau riwayat menderita diabetes gestasional
    - Riwayat lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg
    - Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)


    Bila hasil pemeriksaan menunjukkan terdiagnosis diabetes melitus, dengan mematuhi empat pilar pengelolaan diabetes melitus, yaitu edukasi dan pemahaman diabetes melitus, mengatur pola makan, olah raga teratur, serta pengobatan dan pemantauan hasil terapi melalui pemeriksaan laboratorium, maka komplikasi diabetes melitus dapat dihindari dan kualitas hidup pun dapat dipertahankan. Pemantauan hasil terapi melalui pemeriksaan laboratorium dianjurkan 1-2 kali setahun sesuai dengan petunjuk dokter atau kondisi diabetisi.
14013 Dilihat