Selasa, 26 April 2016

Talkshow Perdana Berdenyut Sampai Usia Lanjut

Talkshow Perdana Berdenyut Sampai Usia Lanjut

Laboratorium Klinik Prodia berusaha mengkampanyekan pencegahan penyakit jantung koroner dan stroke bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan roadshow talkshow di 21 kota besar. Roadshow pertama dimulai di Hotel Planet Holiday Batam, dengan tema “Berdenyut Sampai Usia Lanjut”. Narasumber yang hadir pada talkshow ini adalah Dr. Afdhalun A. Hakim, SpJP dan Rio Andrianas. “Melalui talkshow ini diharapkan masyarakat Indonesia mengenali tanda-tanda PJK dan stroke, mengetahui faktor risiko atau kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya PJK dan stroke, serta memahami tindakan preventif untuk mencegah terjadinya PJK dan stroke. Lifestyle seperti halnya pola makan sehat, pola aktivitas, pengelolaan stress dan pemeriksaan kesehatan merupakan kunci penting terhindari dari penyakit ini” jelas Reskia selaku Marketing Communication Manager Prodia.

Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke adalah penyakit yang banyak menyerang penduduk Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan/penyumbatan di dinding pembuluh darah koroner yang mencegah darah mengalir ke jantung atau otak.

Penyebab penyakit ini adalah adanya endapan lemak dan kolesterol pada dinding pembuluh darah yang menyuplai hati atau otak. PJK seringkali disebut sebagai “silent killer".

Sebagai laboratorium klinik yang mengedepankan tindak preventif, khususnya dalam penatalaksanaan penyakit degeneratif kardiovaskular, Prodia menyediakan berbagai macam tes kesehatan, dimulai dengan skrinning sebagai pemeriksaan awal, dimana berbagai panel check-up kesehatan telah disediakan untuk mempermudah masyarakat dalam memilih jenis pemeriksaan yang paling sesuai dengan usia dan kondisi kesehatannya. Diantaranya Profil Lemak, Panel Check-Up Young Generation (18-30 Tahun), Panel Check-Up dan Check-Up Plus (>30 tahun), serta Panel Risiko PJK/ Stroke. Selain itu, Prodia juga telah menyediakan Panel Wellness Testing sebagai pemeriksaan lanjutan untuk mereka yang berisiko mengalami gangguan kardovaskular.

Dalam pemaparannya, Dr. Afdhalun A. Hakim, SpJP menjelaskan bahwa faktor risiko penyakit kardiovaskular ada yang bisa dimodifikasi dan ada yang tidak bisa dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi adalah usia, jenis kelamin, riwayat keluarga dan ras. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi adalah dislipidemia (gangguan lemak dalam darah), diabetes, hipertensi, obesitas dan kebiasaan merokok. “Untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular, dapat dilakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan laboratorium” ujarnya lagi.