Jumat, 08 April 2022

Prodia Bagikan Dividen Tunai 60% dari Laba Bersih Tahun 2021

Prodia Bagikan Dividen Tunai 60% dari Laba Bersih Tahun 2021

JAKARTA, 7 April 2022 – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 372,9 miliar atau 60% dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2021 yang mencapai Rp 621,62 Miliar. Jumlah pembagian dividen tunai tersebut setara dengan Rp 397,84 per lembar saham. Pada tahun sebelumnya, Perseroan juga membagikan dividen tunai sebesar Rp 161,25 miliar atau 60% dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2020 yang mencapai Rp 268,75 miliar.

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan, “Selama tahun kedua pandemi di 2021, kami berfokus pada kesinambungan bisnis jangka pendek dan jangka panjang untuk meningkatkan pendapatan, memaksimalkan produktivitas dan pengendalian biaya, serta terus fokus pada keunggulan operasional bisnis inti Perseroan dengan tetap memprioritaskan keamanan, kesehatan dan keselamatan karyawan dan pelanggan kami. Pemanfaatan teknologi dilakukan guna meningkatkan layanan bagi pelanggan di tengah situasi pandemi ini terutama dalam merespon kebutuhan pelanggan untuk pemeriksaan COVID-19. Kami berkomitmen untuk mempertahankan kinerja Perseroan mulai dari kualitas layanan khususnya di masa pandemi ini, kinerja operasional dengan standar kualitas Prodia, dan kinerja keuangan, sehingga dapat terus memberikan imbal hasil dan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan Perseroan.”

Pada tahun 2021 Perseroan berhasil mencapai laba bersih sebesar Rp 621,62 miliar dimana hal ini mengalami peningkatan signifikan sebesar 131,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan Pendapatan Bersih meningkat sebesar 41,6% menjadi Rp 2,65 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 1,87 triliun. Pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan juga turut mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan Perseroan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 33,8% dan 31,4 % kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 21,2 % dan 13,6 % terhadap pendapatan Perseroan.

Dari sisi biaya, Perseroan berhasil meningkatkan efektifitas khususnya pada biaya operasional. Hal ini dibuktikan dengan turunnya rasio biaya operasional terhadap pendapatan menjadi 33.1% di tahun 2021 dari sebelumnya berada pada kisaran 39.8% pada tahun 2020.

Sepanjang tahun 2021, jumlah pemeriksaan mencapai 19,6 juta dan kontribusi pendapatan Perseroan (lebih dari 80%) masih didominasi oleh tes genomik dan tes rutin. Adapun Pemeriksaan COVID-19 (PCR, Serologi, Antibodi dan Swab Antigen) masih turut berkontribusi di sebagian kecilnya. Perseroan berupaya untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan tes esoterik (tes khusus dan baru) termasuk tes genomik dan tes kesehatan lainnya yang sesuai dengan strategi pertumbuhan kinerja yang telah ditetapkan.

Perseroan senantiasa meningkatkan kualitas pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan diversifikasi jalur distribusi dan produk yang lebih sehat dan seimbang melalui berbagai strategi. “Kami menekankan layanan berbasis digital dengan memperhatikan customer journey melalui patient centric model. Kami terus meningkatkan kemampuan layanan Prodia Mobile Apps untuk terus memberikan kemudahan dan kecepatan layanan bagi pelanggan,” tambah Dewi Muliaty.

Sepanjang tahun 2021, Prodia juga terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai healthcare provider seperti rumah sakit, klinik dokter, hingga aplikasi layanan kesehatan lainnya. Kerja sama dengan dokter, asuransi, Perusahaan, dan Organisasi/komunitas awam bertumbuh dengan sangat baik, sehingga terus memperkuat posisi Prodia sebagai referral lab terbesar di Indonesia.

Kondisi pandemi juga membantu Perseroan melakukan percepatan transformasi digital dimana terdapat kebutuhan pelanggan untuk bisa mengakses layanan-layanan yang ada secara digital. Pemesanan pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile Apps mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 913,9%. Perseroan juga mencatatkan jumlah pelanggan baru pada periode 2021 sekitar 1,3 juta pelanggan baru. Perseroan mencatat kenaikan jumlah permintaan layanan home service yang meningkat 154,8%. Pemesanan pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 913,9% menjadi 138.504.

*****

 

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 269 outlet, termasuk di 127 kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Prodia telah meluncurkan Kontak Prodia 1500-830 dan personal assistant virtual berbasis online Tanya Prodia (TANIA). TANIA dapat diakses oleh siapapun khususnya pelanggan Prodia secara langsung kapanpun dan dimanapun secara online diantaranya melalui LINE: @prodia.id, Telegram: @prodia.id, Facebook Messenger: @prodia.id dan Website Prodia: www.prodia.co.id. Layanan Prodia juga dapat dijangkau melalui Aplikasi Mobile Prodia (Prodia Mobile Apps) yang dapat diunduh melalui App Store & PlayStore.
 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia
Legal Head & Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph.        +62-21-3144182 ext 3816
Email     corporate.secretary@prodia.co.id