Selasa, 15 November 2016

Prediabetes Awal Dari Diabetes

Prediabetes Awal Dari Diabetes

"Prediabetes adalah suatu keadaan dimana kadar glukosa, atau gula darah, di atas kadar normal tapi masih di bawah batasan kadar gula darah untuk diagnosis diabetes. Hasil pemeriksaan kadar gula darah setelah puasa sekitar 8-10 jam antara 100-125 mg/dl, atau kadar glukosa darah 2 jam paska puasa glukosa 75 gram antara 140-199 mg/dl. Kalau sudah 200 mg/dl, itu sudah diabetes" kata dr. Nanny NM Soetedji, SpPD-KEMD.

Pada prediabetes tubuh menjadi resisten terhadap kerja insulin dan tidak mampu mengambil gula dari aliran darah seperti yang seharusnya. Akibatnya, kadar gula darah menjadi lebih tinggi dari nilai normal dan jika berlangsung lama maka dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan penyakit jantung dan stroke meningkat.

Jika diabetes sudah sulit untuk recovery lagi, prediabetes masih bisa. Prediabetes bukanlah suatu penyakit tetapi berupa gangguan, sehingga tidak ada gejala yang nampak mencurigakan. Prediabetes adalah warning sign. Oleh karena itu yang dibicarakan bukanlah gejalanya, tetapi faktor risikonya.

Penyakit diabetes tipe 2 bukanlah penyakit yang terjadi seketika, karena penyakit ini membutuhkan waktu cukup lama sebekum akhirnya melumpuhkan fungsi insulin. Salah satu tanda menuju kondisi diabetes adalah prediabetes.

Pada kondisi prediabetes ini, gejala diabetes sudah mulai terlihat. Penyandang prediabetes mudah mengantuk, cepat lelah dan sulit berkonsentrasi, mudah lapar, dan sering buang air kecil. Namun, kondisi tersebut dapat dicegah dengan mengubah gaya hidup yaitu rajin berolahraga dan makan dengan pola gizi lengkap yang seimbang, termasuk mengonsumsi sayur dan buah.

Diawali Dari Gaya Hidup yang Buruk

Pola hidup tidak sehat merupakan penyebab prediabetes dan juga berbagai penyakit berat kelompok penyakit tidak menular (PTM) seperti gangguan jantung, stroke, hipertensi dan diabetes. Gaya hidup tidak sehat diantaranya kurang melakukan aktivitas (olahraga), banyak mengonsumsi makanan kaya lemak (junk food), dan sering mengalami stres.

Hal tersebut tanpa disadari akan menyebabkan gangguan keseimbangan pada metabolisme tubuh sehingga memicu terjadinya penimbunan gula yang disimpan dalam bentuk lemak dan menyebabkan individu mengalami obesitas yang memicu munculnya berbagai macam penyakit. Oleh karena itu perlu disadari apapun gejala sakitnya, harus diatasi sedini mungkin.

Kondisi prediabetes dapat dilihat dari berat badan yang berlebih dan tidak sesuai dengan indeks massa tubuh (Body Mass Index/BMI). Berat badan berlebih ini dikenal sebagai overweight dan obesitas. Overweight ditandai dengan nilai BMI 25 sampai 26,9, sedangkan obesitas nilai obesitasnya mencapai lebih dari 27 (BMI normal adalah 18,5-24,9). Selain itu obesitas juga dapat diukur menggunakan lingkar pinggang. Untuk wanita, lingkar pinggang ideal adalah 81,25 cm, sedangkan pada pria adalah 87,5 cm.