Senin, 03 Mei 2021

Performa Profitabilitas Tetap Kokoh, Pendapatan Bersih Prodia Tumbuh 59,8% Jadi Rp 625,53 Miliar pada Kuartal I 2021

Performa Profitabilitas Tetap Kokoh, Pendapatan Bersih Prodia Tumbuh 59,8% Jadi Rp 625,53 Miliar pada Kuartal I 2021

JAKARTA, 3 Mei 2021 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) berhasil mempertahankan performa profitabilitas yang kokoh dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 59,8% menjadi Rp 625,53 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 391,37 miliar. Laba bersih juga meningkat sebesar 356,4% menjadi Rp 158,75 miliar. Margin laba bersih dan margin EBITDA masing-masing mengalami peningkatan menjadi sebesar 25,4% dan 36,8%. 

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengatakan bahwa “Pada kuartal I 2021, Prodia mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.  Pencapaian kinerja kuartal I 2021 menunjukkan posisi keuangan yang sehat dan struktur permodalan yang kuat sehingga memampukan kami untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar, dan mengeksekusi strategi untuk pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis Prodia. Kami fokus pada keunggulan operasional Perseroan dan upaya menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba. Kami juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses kerja, meningkatkan layanan bagi pelanggan, dan mengakselerasi transformasi digital layanan kesehatan,” jelas Dewi di Jakarta (3/5).

Kenaikan pendapatan bersih pada kuartal I 2021 ditopang oleh kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sebesar 67.6 % kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sebesar 32.4 % terhadap pendapatan Perseroan. Pendapatan tes esoterik juga mengalami pertumbuhan menjadi sebesar Rp 252,69 miliar seiiring dengan meningkatnya jumlah permintaan tes esoterik pada kuartal I 2021 menjadi sebanyak 516.711 tes.

Total aset Perseroan pada kuartal I 2021 tercatat meningkat sekitar 7,6% menjadi Rp 2,40 Triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Aset lancar menjadi Rp 1,56 Triliun dan Aset non lancar menjadi Rp 844,96 miliar. Sedangkan, total liabilitas meningkat sekitar 0,9% menjadi Rp 447,83 miliar pada kuartal I 2021. Adapun liabilitas jangka pendek mencapai Rp 220,71 miliar dan liabilitas jangka panjang menjadi Rp 227,13 miliar. Total Ekuitas naik menjadi sebesar Rp 1,95 triliun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp 1,79 triliun.

Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi dalam posisi surplus di kuartal I 2021 menjadi sebesar Rp 196,88 miliar atau meningkat sebesar 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Peningkatan akun arus kas bersih dari aktivitas operasi ini terutamanya disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp 629,64 miliar. Dengan tingkat posisi kas dan setara kas sebesar Rp 354,89 miliar, Perseroan memiiki posisi keuangan yang solid untuk mendukung kesinambungan operasi dan pengembangan bisnis Perseroan.

Pada kuartal I 2021, jumlah pemeriksaan mencapai 4,2 juta dan jumlah kunjungan mencapai 833.260. Jumlah permintaan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 279.7 % menjadi 516.711 tes. Perseroan berhasil membukukan rasio lancar sebesar 686,8% dan rasio cepat sebesar 661,0%. Rasio keuangan ini juga mencerminkan neraca Prodia yang juga semakin menguat.

Dalam periode Januari-Maret 2021, Prodia telah melucurkan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif (Spike-RBD) untuk mengukur titer antibodi terhadap virus COVID-19. Pemeriksaan ini berfungsi sebagai baseline kuantitatif antibodi terhadap SARS COV-2 untuk mengevaluasi respons imun individu terhadap virus SARS-CoV-2 sehingga memungkinkan dokter menilai perubahan relatif respons imun individu terhadap virus dari waktu ke waktu dalam bentuk numerik.

Selain itu, Perseroan juga menyediakan pemeriksaan Panel Pra-Vaksinasi COVID-19 Basic, Medium, Complete, yang berfungsi untuk memastikan kondisi kesehatan calon penerima vaksin COVID-19 terutama yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan Panel COVID-19 Recovery Basic, Recovery Medium dan Recovery Complete. Dengan adanya panel pemeriksaan tersebut, para penyintas COVID-19 dapat dengan mudah memantau kondisi kesehatan tubuhnya setelah sembuh dari COVID-19.

Pada kuartal I 2021, Perseroan juga telah melakukan renovasi dan relokasi untuk Prodia cabang Denpasar, cabang Singaraja, dan cabang Sumedang. Lebih lanjut, Prodia terus beradaptasi terhadap tren perkembangan teknologi dalam meningkatkan layanan bagi pelanggan. Beberapa saluran komunikasi bagi para pelanggan dan masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar fasilitas dan layanan Prodia, seperti website www.prodia.co.id, email info@prodia.co.id, sosial media seperti facebook, twitter dan instagram, e-Prodia, Kontak Prodia 1500-830, dan personal virtual assistant TANIA (Tanya Prodia). Hal ini membuktikan bahwa pelayanan solusi kesehatan dari Prodia secara langsung maupun digital berjalan bersamaan untuk selalu memberikan kemudahan dan kepuasan bagi pelanggan.    

******

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 269 outlet, termasuk di 127 kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).       

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia   

Legal Head & Corporate Secretary

PT Prodia Widyahusada Tbk. 

Ph.       +62-21-3144182 ext 3816

Email     corporate.secretary@prodia.co.id