Senin, 16 Januari 2017

Pentingnya Preventive Medicine

Pentingnya Preventive Medicine

Karena tidak tahan lagi disiksa oleh batuknya yang tidak kunjung henti, Lukman (41), sebut saja begitu namanya, akhirnya menuruti saran istrinya agar pergi ke dokter. Yang membuat istrinya curiga adalah selain sering mengalami batuk keras, pilek dan sesak napas, suaminya itu juga nampak kehilangan berat badan. Setelah diperiksa, dokter menyarankan agar Lukman segera dirawat di rumah sakit, karena diagnosis menunjukkan gejala flek paru yang parah. Namun, bukan penyakitnya yang membuat Lukman cemas, tapi biaya pengobatan itu yang terbayangkan akan menguras tabungan hari tuanya.

Kalau saja ia lebih awal datang berobat ke dokter, atau mau mengubah gaya hidupnya sebagai perokok berat, mungkin tidak harus menjalani rawat inap yang membutuhkan biaya besar tersebut.

Upaya pencegahan sebelum menjadi sakit, atau sebelum penyakit semakin parah, yang dalam ilmu kedokteran disebut dengan preventive medicine (pengobatan preventif) lebih baik daripada nantinya harus mengobati.

Preventive medicine adalah cabang dari ilmu kedoketeran yang mengutamakan aspek-aspek pencegahan yang dalam pengertiannya ada beberapa tingkatan frekuensi dalam usaha pencegahan tersebut, yaitu prevensi primordial, prevensi primer, dan prevensi sekunder.

Bicara mengenai prevensi, maksudnya adalah usaha pencegahan untuk penyakit, yang ditujukan kepada masyarakat yang belum mengidap salah satu dari penyakit tertentu, atau untuk mengatasi faktor risiko dan penyebabnya.

Prevensi Primordial

Usaha pencegahan yang ditujukan kepada seseorang yang belum memiliki faktor risiko atau faktor yang menjadi penyebab penyakit, agar jangan sampai mengalaminya.

Sebagai contoh, faktor risiko utama penyakit jantung koroner adalah dislipidemia yaitu gangguan meningkatnya kolestrol atau lemak di dalam darah. Disamping itu, faktor risiko lainnya adalah hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, obesitas (kegemukan), merokok dan sebagainya.

Jadi, faktor-faktor itu dicegah lebih dahulu, agar jangan sampai sakit. Dengan dicegahnya faktor penyakit itu, tentulah masyarakat dapat hidup dengan lebih baik.

Prevensi Primer

Adalah usaha pencegahan yang ditujukan kepada seseorang yang sudah mempunyai faktor risiko, misalnya dia telah memiliki indikasi hipertensi atau diabetes, maka dicegah agar tidak menjadi tambah berat lagi menjadi penyakit jantung koroner.

Pada tahap ini, faktor risiko tersebut diobati, dicegah, diatasi lebih dahulu, baik dengan pengobatan, ataupun melakukan olahraga yang teratur, diet lengkap yang seimbang dan asupan gizi yang cukup.

Prevensi Sekunder

Adalah usaha pencegahan yang ditujukan kepada seseorang yang sudah menderita penyakit jantung koroner, atau stroke, misalnya agar jangan sampai menderita komplikasi berikutnya yang mematikan.

Tak heran, preventive medicine ini sekarang sedang menjadi trend di dunia kesehatan sebagai usaha mencegah terjadi sakit, atau penyakit yang sudah ada agar tidak berkembang menjadi lebih parah, sehingga penanganannya tidak harus memerlukan biaya yang besar.