Selasa, 23 Mei 2017

Bagaimana Mendiagnosis Vertigo?

Bagaimana Mendiagnosis Vertigo?

"Pemeriksaan pasien vertigo harus dilakukan secara menyeluruh, yang meliputi: Riwayat penyakit yang lengkap mengenai pusing berputar itu, apakah terjadinya secara mendadak atau perlahan. Juga, mengenai apakah ada keluhan lain berupa mual, muntah, keringat dingin. Keluhan kelumpuhan, mati rasa sekitar mulut atau seluruh tubuh, penglihatan ganda dan telinga berdenging". kata dr. Aih Cahyani, SpS, dokter spesialis saraf, Staf pengajar Bagian Ilmu Penyakit Saraf RS dr. Hasan Sadikin - FK Unpad, Bandung.

"Setelah itu, dilakukan pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan neurotologi khusus. Pemeriksaan penunjang laboratorium disarankan pada vertigo jenis sentral, dengan pemeriksaan kadar gula puasa, gula 2 jam setelah makan, kolesterol total, HDL dan LDL, trigliserida dan asam urat. Juga pemeriksaan elektrokardiografi (rekam jantung).

- Anamnesis. Untuk mengetahui keluhan pusing berputarnya, tentang kapan terjadi, mendadak atau tidak, berapa lama, membaik atau tidak setelah istirahat, keluhan yang menyertai seperti mual, muntah, dan lain-lain. Intinya mencari sebanyak-banyaknya tentang gejala agar diagnosisnya sesuai.

- Pemeriksaan telinga. Untuk mengetahui apakah ada infeksi atau tidak dan memastikan penyebab infeksi. Bila dicurigai ada infeksi pada telinga sebagai penyebabnya, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apa kuman penyebabnya. Sampel yang digunakan adalah cairan telinga.

- Pemeriksaan gerakan mata yang abnormal, uji keseimbangan dan tes pendengaran. Pemeriksaan bagian dalam telinga dan mata untuk mengetahui apakah gerakan bola mata yang tidak terkendali (nistagmus) sebagai penyebabnya. Selain itu, memeriksa apakah gangguan keseimbangan sebagai penyebabnya, dengan memancing vertigo pasien itu dengan manuver Dix-Hallpike. Penyebab vertigo yang paling sering didiagnosis dengan proses ini adalah BPPV. Juga dilakukan pemeriksaan pendengaran dengan tes garpu tala dan tes audiometri oleh seorang dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT), yang akan dilakukan terutama jika pasien mengalami tinnitus (telinga berdengung) atau kehilangan pendengaran.

- Pemindaian di kepala. Dokter juga terkadang menganjurkan MRI scan atau CT scan (pencitraan tomografi komputer) pada bagian kepala untuk memeriksa tumor yang menekan saraf pada otak, misalnya neuroma akustik sebagai penyebab vertigo.

- Pemeriksaan kondisi pembuluh darah. Pemeriksaan angiografi untuk memeriksa kondisi pembuluh darah (arteri), apakah ada penyumbatan, sehingga terjadi perubahan tekanan darah secara tiba-tiba, sebagai penyebabnya, dengan menyuntikkan contras kedalamnya agar dapat diperiksa.

- Pemeriksaan nistagmus. Pemeriksaan nistagmus dapat mengindikasikan adanya masalah pada organ-organ yang mengendalikan keseimbangan tubuh. Pemeriksaan mendetailnya terkadang menggunakan proses elektronistagmografi (ENG) dan proses perekaman gerakan mata dengan kacamata videonistagmografi (VNG).