Selasa, 18 September 2018

Kenali Gejala Intoleransi Makanan

Kenali Gejala Intoleransi Makanan

Gejala-gejala intoleransi makanan yang mungkin terjadi (subyektif) adalah tenggorokan terasa gatal, nyeri perut, perut kembung, diare, mual muntah atau dapat disertai kram perut. Bisa juga berupa bengkak, sakit kepala, migren, kelelahan, uring-uringan, berat badan bertambah, rasa cemas dan iritasi kulit. Masalahnya, gejala-gejala itu juga sering menjadi indikasi penyakit lainnya. Gejalanya berbeda-beda pada setiap orang.

Karena itu, kita tidak bisa secara langsung berasumsi telah salah memberi asupan makanan yang tidak cocok untuk tubuh kita sendiri. Sebaiknya tanpa menunda-nunda lagi, segera pergi ke dokter untuk mengeceknya. Kepada dokter, katakan kemungkinan intoleransi makanan sebagai penyebab keluhan yang dialami dan sebutkan pula makanan apa saja yang sebelumnya dimakan.

Deteksi Intoleransi Makanan

Untuk mendeteksi intoleransi makanan, dapat dilakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan adanya nyeri tekan abdomen, bising usus meningkat dan mungkin terdapat tanda-tanda dehidrasi. Sedangkan, pemeriksaan penunjang dilakukan pemeriksaan laboratorium mengenai fungsi pankreas, asam empedu, toleransi laktosa dan silosa.

Untuk mengetahui lebih awal, dapat dilakukan pemeriksaan IgG Food Sensitivity Profile yang menggunakan teknologi inovatif untuk mendeteksi dan mengukur antibodi IgG terhadap 222 jenis makanan di dalam darah. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan untuk mengidentifikasi makanan yang berpotensi menimbulkan masalah dan membantu untuk memperbaiki kesehatan secara keseluruhan dengan mengurangi reaksi imun yang tidak diinginkan terhadap makanan.

Mencegah dengan mengatur kembali gaya hidup

Untuk membantu mengurangi intoleransi makanan secara dramatis diperlukan perubahan positif dalam gaya hidup, seperti menjalankan diet sehat, cukup istirahat, olahraga, mengatur tingkat stres dan berusaha menghindari makanan yang sering menyebabkan intoleransi makanan seperti:

  1. Jagung (hasil olahannya)
  2. Terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten
  3. Bumbu penyedap (monosodium glutamat dan sebagainya)
  4. Susu sapi, mengandung laktosa.

Namun penyebab intoleransi makanan bersifat sangat individual, bukan berarti karena banyak orang yang intoleran terhadap makanan tertentu, kita juga punya masalah yang sama. Oleh karena itu, penting untuk tetap memperhatikan kebutuhan tubuh kita sendiri.