Rabu, 09 Oktober 2019

6 Faktor Risiko Umum Osteoporosis yang Dapat Diubah

6 Faktor Risiko Umum Osteoporosis yang Dapat Diubah

Penurunan kepadatan tulang biasanya akan berlangsung secara bertahap dan tidak bergejala, sampai kemudian terjadi osteoporosis dan mengalami dampaknya berupa pemendekan tinggi badan, tulang punggung yang membungkuk, atau patah tulang akibat trauma yang sepele misalnya patah tulang lengan karena menggunakan tangan untuk menahan jatuh terpeleset di kamar mandi. Karena itu, osteoporosis disebut sebagai salah satu dari silent disease.

Kabar baiknya, semua orang dapat menjaga tulang tetap sehat dan mengurangi faktor risiko osteoporosis dan patah tulang karena osteoporosis. Dilansir dari International Osteoporosis Foundation (IOF), berikut ini 6 (enam) faktor risiko umum osteoporosis yang dapat diubah.

1.Indeks Massa Tubuh (IMT) rendah
Indeks Massa Tubuh (IMT) kurang dari 18,5 kg/m2 adalah faktor risiko osteoporosis. Pada perempuan, berat badan rendah (kurus) dapat menyebabkan kadar estrogen yang lebih rendah seperti pada kondisi menopause yang bisa mengembangkan osteoporosis. Orang dengan berat badan rendah juga memiliki risiko patah tulang yang lebih tinggi.

2.Kekurangan vitamin D
Vitamin D bermanfaat bagi kesehatan tulang karena membantu penyerapan kalsium. Tanpa asupan vitamin D yang cukup, tubuh tidak dapat menyerap kalsium dari makanan. Akibatnya, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, tulang akan semakin lemah dan berakibat pada penyakit tulang seperti osteoporosis. Selain itu, asupan vitamin D dan kalsium yang cukup dapat membantu menurunkan risiko patah tulang.

Kekurangan vitamin D biasanya terjadi karena jarang terpapar sinar matahari dan kurang mengonsumsi makanan sumber vitamin D. Bagi sebagian orang, suplemen vitamin D mungkin dibutuhkan berdasarkan anjuran dari dokter.

3.Kurangnya aktivitas fisik
Kemudahan hidup sekarang ini yang semuanya serba praktis membuat kebanyakan orang menjadi kurang gerak. Hal ini dapat menyebabkan fungsi tulang menurun dan menjadi lemah sehingga meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.

4.Nutrisi buruk
Kalsium yang sebagian besar terkandung dalam produk susu, merupakan mineral yang penting untuk kesehatan tulang. Asupan kalsium yang tidak mencukupi, terutama karena alergi atau intoleran terhadap produk susu tanpa mengonsumsi suplemen kalsium, dapat menganggu metabolisme tulang dan mengakibatkan risiko tinggi terhadap osteoporosis. Selain itu, protein juga diduga berperan penting untuk menjaga kesehatan tulang bersama vitamin D dan kalsium.

5.Konsumsi alkohol
Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan risiko patah tulang karena osteoporosis. Asupan alkohol yang tinggi dapat langsung berdampak buruk pada sel pembentuk tulang dan mempengaruhi hormon yang mengatur metabolisme kalsium serta status nutrisi yang buruk (kekurangan kalsium, protein dan vitamin D) yang semakin melemahkan tulang.

6.Merokok
Jika Anda perokok saat ini atau pernah merokok di masa lalu, harus menyadari bahwa Anda memiliki risiko lebih tinggi terhadap hilangnya kepadatan tulang dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Dengan perhatian dan upaya yang dilakukan sejak dini, semua orang dapat menjaga tulang supaya tetap sehat dan mengurangi risiko terjadinya osteoporosis serta patah tulang di kemudian hari.

Sumber: